[Gambar]
Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan siap menuju Kabupaten Pekalongan Eradikasi Frambusia 2023...
Frambusia adalah penyakit infeksi non-veneral yang umumnya dapat menyerang anak-anak usia sekolah yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum subspecies Pertenue (T.P. Pertenue)
Faktor penyebabnya adalah :
Cegah Frambusia dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat, antara lain :
Selasa, 14 Februari 2023
Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan bekerjasama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Buaran Kab. Pekalongan menggelar giat kelas catin bagi perempuan warga Kec. Buaran. Kegiatan kaelas catin kali ini dilaksankaan di Aula Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan pada (09/12/2022). Kegiatan Kelas Catin kali ini dihadiri oleh Bidan pemegang program Kelas Catin Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan, petugas dari Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan serta para peserta kelas catin.
Kelas Catin ini merupakan kegiatan pemberian bekal pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan kepada calon pengantin tentang kehidupan rumah tangga atau keluarga, dalam waktu yang relatif singkat. Pemahaman yang diberikan meliputi segala aspek, terutama dari aspek kesehatan. Disebutkan juga bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan segala hal termasuk mental para pasangan suami istri (pasutri) dalam berumah tangga, terutama dari segi kesehatan dengan harapan agar istri atau calon istri sehat sehingga bayi terlahir sehat dan cerdas.
Materi yang disampaikan adalah pembekalan untuk para Catin meliputi tentang :
1. Kesehatan reproduksi Catin
2. Kehamilan dan 4T (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, Terlalu Banyak
3. Metode kontrasepsi
4. Infeksi Menular Seksual (IMS)
5. Stunting dan pola asuh anak
Kegiatan Pendampingan Posyandu dan Konseling ASI Eksklusif di Desa Wonoyoso pada hari Sabtu, 16 Juli 2022 dilaksanakan oleh Bidan Desa Kristiningrum Amd.Keb dan Petugas Promosi Kesehatan Eva Yuni Ayrani S.KM
Posyandu dibentuk oleh masyarakat desa/kelurahan dengan tujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar, terutama Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), imunisasi, gizi, dan penanggulangan diare kepada masyarakat setempat. Kegiatan rutin posyandu diselenggarakan dan dimotori oleh kader posyandu dengan bimbingan teknis dari petugas kesehatan. Peran kader saat ini hanya menimbang bayi jika balita datang ke posyandu dan memberi PMT (pemberian makanan tambahan). Dan keberhasilan posyandu tak lepas dari kerja keras kader yang dengan sukarela mengelola posyandu di wilayahnya masing-masing. Kurangnya pelatihan dan pembinaan keterampilan memadai bagi kader menyebabkan kurangnya pemahaman tugas kader, lemahnya informasi serta koordinasi antara petugas dalam kegiatan posyandu dapat mengakibatkan kurangnya tingkat kehadiran balita ke posyandu. Kelangsungan posyandu tergantung dari partisipasi masyarakat itu sendiri.
Selain itu perkembangan kecerdasan anak sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan otak. Faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan otak anak adalah nutrisi. Pemberian nutrisi terhadap bayi dan anak dapat diperoleh dari menyusui dan pemberian makan hingga usia 2 tahun . Pemberian makan yang tepat sejak lahir hingga usia dua tahun merupakan golden period atau dasar untuk pencapaian kualitas tumbuh kembang..Pada masa golden periode.ada beberapa hal yang penting dilakukan yaitu (1) Inisiasi Menyusu Dini (2) ASI Eksklusif (3)MP ASI mulai bayi umur 6 bulan.(4) ASI sampai usia 2 tahun atau lebih.
Upaya menurunkan kasus gizi buruk dan stunting dengan meningkatkan cakupan ASI eksklusif, Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan mengadakan kegiatan Edukasi Konseling Pemberian Makanan Bayi Anak dan ASI Eksklusif dan Gizi Seimbang. Kegiatan ini dilakukan terintegrasi dengan Kelas Ibu Balita dan Posyandu Balita untuk dilakukan edukasi dan konseling sekaligus diberikan ketrampilan cara memilih makanan yang cocok sesuai kroteria umur bayi. Semoga melalui kegiatan ini dapat mencegah balita gizi buruk dan Stunting sehingga dapat mengurangi angka kematian bayi.
Mengantisipasi/pencegahan meluasnya penyebaran virus dengue yang ditularkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), pemerintah Desa Kertijayan bersama Kader Jumantik, ketua RT dan petugas dari Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan (Abatesasi dan Ikanisasi) Jumat, 22 Juli 2022 pukul 08.00 WIB di di Lingkungan Desa Kertijayan Gang 5 RT 13 s.d 15. Petugas promosi kesehatan Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya dilaksanakan PSN di lingkungan desa yang berada pada wilayah Kec. Buaran guna mencegah adanya penyakit DBD terutama pada musim penghujan dan perlunya memberikan contoh serta menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya sehingga terhindar dari terjangkitnya berbagai macam penyakit, baik menular maupun tidak menular.
PSN adalah sebuah gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus terdiri dari :
• Menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
• Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.
• Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.
Sedangkan untuk Plus-nya, kegiatan pencegahan DBD lainya bisa dilakukan seperti :
• Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
• Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
• Menggunakan kelambu saat tidur
• Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk• Menanam tanaman pengusir nyamuk• Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumahMenghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain- lain.
Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan, (Senin / 18-07-2022) Kegiatan Penyuluhan dan Edukasi Stunting.
Stunting adalah suatu keadaan dimana anak mengalami kegagalan pertumbuhan akibat dari kurangnya asupan gizi yang berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak, memperlambat perkembangan otak bahkan dapat menurunkan produktivitas anak saat ia dewasa dan menjadikan anak lebih rentan terkena penyakit kronis di masa dewasanya. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Indonesia telah menjadikan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu dari dari program prioritas nasional.
Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan juga turut berupaya untuk menangangani permasalahan stunting yang terjadi diwilayah kerja puskesmas Buaran Kab. Pekalongan yakni terdiri dari 10 desa di kecamatan Buaran Kab. Pekalongan, salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan cara datang ke posyandu untuk mengukur tinggi dan berat badan, dan memeberikan penyuluhan kepada orang tua bayi dan balita serta memberikan pelatihan kepada kader posyandu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan.
Penanganan masalah stunting saat ini menjadi salah satu fokus. Untuk itu, Puskesmas dilingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan khususnya Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan terus melakukan berbagai gerakan edukasi kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan tentang edukasi mengenai gizi seimbang dan pencegahan stunting.
Oleh karena itu, “para petugas Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan terus berupaya melakukan pencegahannya. Khususnya di saat bayi sejak dalam kandungan dengan menerapkan 6 langkah pencegahannya.”
Keenam tata-cara Cegah Stunting Oleh Ibu Hamil, yaitu:
Kegiatan Pelatihan dan Konseling PMBA (Pemberian Makan Balita dan Anak) di Balai Desa Coprayan Hari Kamis Tanggal 14 Juli 2022.
World Health Organization (WHO) dalam Resolusi World Health Assembly (WHA) tahun 2002 tentang Global Strategy of Infant and Young Child Feeding (IYCF) melaporkan bahwa 60% kematian balita disebabkan karena kurang gizi dan 2/3 dari kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak, Strategi Nasional peningkatan pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merekomendasikan pemberian makan yang baik dan tepat bagi bayi dan anak 0-24 bulan dengan cara :
(1) inisiasi menyusu dini (IMD);
(2) ASI eksklusif selama enam bulan;
(3) memberikan MP-ASI mulai usia 6 bulan;
(4) meneruskan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih.
Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2012, pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan sebesar 63,4 %, sedangkan dari Survei Demografi Kependudukan Indonesia (SDKI) tahun 2012 pemberian ASI sebesar 42 %. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan 19,6 % balita di Indonesia menderita gizi kurang dan 37,2 % BALITA termasuk dalam kategori pendek, tidak sesuai usia (stunting).
Setiap keluarga yang mempunyai bayi dan anak usia 6-24 bulan sebaiknya memiliki pengetahuan mengenai Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sehingga dapat memberikan yang terbaik untuk bayi dan anaknya sesuai dengan rekomendasi. Hal ini tentu saja memerlukan pendampingan yang dapat diberikan oleh orang-orang terdekat yang memiliki pengetahuan tentang ini, salah satunya adalah kader posyandu. Untuk memperluas jangkauan konseling PMBA ke ibu perlu dilakukan pelatihan kader dimana pelatihan ini perlu dilakukan secara berjenjang yang dapat dimulai dengan melatih pelatih konseling PMBA kader tingkat provinsi/kabupaten dilanjutkan dengan melatih pelatih konseling PMBA kader tingkat puskesmas sehingga diharapkan nantinya dapat melatih bidan desa dan kader posyandu di daerahnya masing-masing.
TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS BUARAN
Jumlah Tenaga Kesehatan di Puskesmas Buaran sebanyak 56 Orang, diantaranya :
Rabu, 22 Juni 2022
Jenis-jenis pelayanan berdasarkan prioritas meliputi pelayanan yang bersifat UKM dan UKP, yaitu
A. UKM Esensial
B. UKM Pengembangan
C. Upaya Kesehatan Perorangan ( UKP )
Rabu, 22 Juni 2022
Selasa, 20 Desember 2022
Selasa, 26 Juli 2022
Selasa, 26 Juli 2022
(1) Memeriksakan kandungan secara rutin;
(2) Penuhi asupan Nutrisi;
(3) Mencukupi konsumsi Zat Besi;
(4) Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS);
(5) Hindari paparan asap rokok;
(6) Lakukan olah-raga secara teratur agar imun tetap terjaga.
Diharapkan para orangtua yang merasakan adanya gejala Stunting pada anaknya dianjurkan segera mencari dokter atau petugas kesehatan supaya bisa segera mendapatkan penanganannya.
Jumat, 22 Juli 2022
Pelatihan ini dilaksanakan sesuai panduan penyelenggaraan Pelatihan Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dengan menggunakan modul yang baku yaitu modul pelatihan konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Gizi Jenderal Bina Gizi dan KIA tahun 2014. Pelatihan melibatkan kader posyandu balita, ibu balita dan Fasilitator PMBA dari Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan. Pada pelatihan PMBA ini para ibu balita ditekankan untuk selalu mengutamakan 3 komponen sebagai bahan utama pembuatan makanan pendaping asi yaitu terdiri dari protein, lemak dan karbohidrat. Sedangkan buah dan sayur bersifat tambahan.
Jumat, 22 Juli 2022
Rabu, 22 Juni 2022