Admin
Jumat, 22 Juli 2022
Kegiatan Pelatihan dan Konseling PMBA (Pemberian Makan Balita dan Anak) di Balai Desa Coprayan Hari Kamis Tanggal 14 Juli 2022.
World Health Organization (WHO) dalam Resolusi World Health Assembly (WHA) tahun 2002 tentang Global Strategy of Infant and Young Child Feeding (IYCF) melaporkan bahwa 60% kematian balita disebabkan karena kurang gizi dan 2/3 dari kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak, Strategi Nasional peningkatan pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merekomendasikan pemberian makan yang baik dan tepat bagi bayi dan anak 0-24 bulan dengan cara :
(1) inisiasi menyusu dini (IMD);
(2) ASI eksklusif selama enam bulan;
(3) memberikan MP-ASI mulai usia 6 bulan;
(4) meneruskan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih.
Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2012, pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan sebesar 63,4 %, sedangkan dari Survei Demografi Kependudukan Indonesia (SDKI) tahun 2012 pemberian ASI sebesar 42 %. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan 19,6 % balita di Indonesia menderita gizi kurang dan 37,2 % BALITA termasuk dalam kategori pendek, tidak sesuai usia (stunting).
Setiap keluarga yang mempunyai bayi dan anak usia 6-24 bulan sebaiknya memiliki pengetahuan mengenai Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sehingga dapat memberikan yang terbaik untuk bayi dan anaknya sesuai dengan rekomendasi. Hal ini tentu saja memerlukan pendampingan yang dapat diberikan oleh orang-orang terdekat yang memiliki pengetahuan tentang ini, salah satunya adalah kader posyandu. Untuk memperluas jangkauan konseling PMBA ke ibu perlu dilakukan pelatihan kader dimana pelatihan ini perlu dilakukan secara berjenjang yang dapat dimulai dengan melatih pelatih konseling PMBA kader tingkat provinsi/kabupaten dilanjutkan dengan melatih pelatih konseling PMBA kader tingkat puskesmas sehingga diharapkan nantinya dapat melatih bidan desa dan kader posyandu di daerahnya masing-masing.
Pelatihan ini dilaksanakan sesuai panduan penyelenggaraan Pelatihan Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dengan menggunakan modul yang baku yaitu modul pelatihan konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Gizi Jenderal Bina Gizi dan KIA tahun 2014. Pelatihan melibatkan kader posyandu balita, ibu balita dan Fasilitator PMBA dari Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan. Pada pelatihan PMBA ini para ibu balita ditekankan untuk selalu mengutamakan 3 komponen sebagai bahan utama pembuatan makanan pendaping asi yaitu terdiri dari protein, lemak dan karbohidrat. Sedangkan buah dan sayur bersifat tambahan.