[Gambar]
Kegiatan senam pagi bersama setiap hari Sabtu menjadi salah satu kegiatan rutin di lingkungan Puskesmas Buaran Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini di ikuti seluruh jajaran staf Puskesmas Buaran Kabupaten Pekalongan. Senam kebugaran tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani.
Kebugaran jasmani adalah salah satu kunci utama bagi siapa pun untuk dapat melakukan aktivitas dengan baik dan lancar. Seiring dengan bertambahnya usia, upaya menjaga tubuh tetap bugar dengan olahraga mesti tepat agar tujuan tercapai. kebugaran tubuh ditandai dengan cukupnya energi dan kekuatan fisik untuk menyelesaikan pekerjaan. Menjaga tubuh tetap bugar bisa membantu mendapatkan kualitas hidup lebih baik dan umur lebih panjang serta menurunkan risiko masalah kesehatan.
Kepala Puskesmas Buaran Kabupaten Pekalongan menyampaikan, melalui kegiatan tersebut, diharapkan dapat tercapainya derajat kesehatan seluruh staf sehingga dapat memberikan pelayanan dengan baik. “Maka dari itu kita agendakan secara rutin setiap hari Sabtu untuk seluruh jajaran staf mengikuti senam bersama ini,” kata Kepala Puskesmas.
Seperti diketahui Senam pagi bermanfaat menjaga metabolisme tubuh agar terhindar dari penyakit dan menjaga kesegaran jasmani maupun rohani, manfaat kesehatan yang didapatkan bukan hanya secara fisik, tapi juga jiwa. Dengan dilaksanakannya kegiatan rutin tersebut, diharapkan dapat menjaga kondisi tubuh seluruh pegawai Puskesmas Buaran Kabupaten Pekalongan, agar tetap fit dan bugar serta dapat melaksanakan kegiatan bekerja memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Buaran Kabupaten Pekalongan secara optimal.
Selain untuk memperoleh kebugaran jasmani, kegiatan Senam tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana ber-silaturahmi antar pimpinan dan pegawai dan antar sesama pegawai di lingkungan Puskesmas Buaran Kabupaten Pekalongan
Sabtu, 20 Mei 2023
[Gambar]
Pada Jumat, 5 Mei 2023 Puskesmas Buaran Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan rutin Prolanis (program pengelolaan penyakit kronis).yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali.
PROLANIS adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan Peserta, Fasilitas Kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.
Kegiatan Prolanis berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Anggota Prolanis yang hadir sebelumnya sudah mendapat undangan dari koordinator Prolanis Puskesmas Buaran Kabupaten Pekalongan. Kegiatan dimulai dengan senam lansia, selanjutnya ada penyuluhan kesehatan dari petugas ke anggota Prolanis. Tema penyuluhan kali ini yaitu tentang Aktivitas Fisik Bagi Kebugaran Dan Kesehatan Lansia. Setelah penyuluhan selesai kemudian dilanjutkan pemeriksaan kesehatan dan cek Laboratorium.
Kegiatan ini Mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal dengan indikator 75% peserta terdaftar yang berkunjung ke Faskes Tingkat Pertama memiliki hasil “baik” pada pemeriksaan spesifik terhadap penyakit DM Tipe 2 dan Hipertensi sesuai Panduan Klinis terkait sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit.
Aktifitas dalam Prolanis meliputi aktifitas konsultasi medis/edukasi, Home Visit, Reminder, aktifitas klub dan pemantauan status kesehatan.
[Gambar]
[Gambar]
Waspada Demam Berdarah Dengue Lakukan Pencegahan Dengan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)
Pada musim penghujan terdapat banyak genangan air untuk tempat perkembangbiakan nyamuk diantaranya nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus yang merupakan vektor penyakit demam berdarah dengue. Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus.
Gejala DBD ditandai dengan demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan menifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah serta adanya kemerahan di bagian permukaan tubuh pada penderita.
Pada umumnya penderita DBD (Demam Berdarah Dengue) akan mengalami fase demam selama 2-7 hari, fase pertama: 1-3 hari ini penderita akan merasakan demam yang cukup tinggi 40 derajat Celcius.
Kemudian pada fase ke-dua penderita mengalami fase kritis pada hari ke 4-5, pada fase ini penderita akan mengalami turunnya demam hingga 37 derajat Celcius dan penderita akan merasa dapat melakukan aktivitas kembali (merasa sembuh kembali) pada fase ini jika tidak mendapatkan pengobatan yang adekuat dapat terjadi keadaan fatal, akan terjadi penurunan trombosit secara drastis akibat pemecahan pembuluh darah (pendarahan).
Di fase yang ketiga ini akan terjadi pada hari ke 6-7 ini, penderita akan merasakan demam kembali, fase ini dinamakan fase pemulihan, di fase inilah trombosit akan perlahan naik kembali normal kembali.
Salah satu upaya pencegahan DBD yang mudah, murah dan efisien adalah dengan memberantas sarang nyamuk penular (vektor) dengan motede 3M Plus, yaitu:
1. Menguras tempat penyimpanan air seperti bak mandi, gentong, tempayan dan tempat penyimpanan air lainnya.2. Menutup tempat penampungan air agar nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus tidak dapat berkembang biak.3. Mendaur ulang atau memanfaatkan barang yang tidak terpakai yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.Plus Melakukan pemberantasan jentik nyamuk di lingkungan sekitar, hindari gigitan nyamuk dengan memakai anti nyamuk oles dan tidur didalam kelambu.Apabila ditemukan lebih dari 1 penderita DBD positif atau lebih dari 3 tersangka dan ditemukan 5% jentik akan dilakukan fogging.Ayo lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sekarang juga. Kita Sehat, Keluarga Sehat, Lingkungan Sehat bebas DBD!!
Kita harus bersyukur bahwa hasil pembangunan kesehatan yang telah kita lakukan bersama-sama mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Namun kesehatan perempuan dan anak belum seperti yang diharapkan. Hal ini terlihat dari angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih cukup tinggi. Kegiatan Penyeliaan fasilitatif Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan dan dihadiri juga oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
Berbagai faktor yang terkait dengan resiko terjadinya kematian ibu dan bayi telah diketahui dan berbagai upaya intervensi telah dilakukan. Salah satunya adalah menjamin agar pelayanan sesuai standar dengan melaksanakan program Penyeliaan Fasilitatif KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang merupakan suatu pendekatan berbasis kendali manajemen yaitu pada aspek supervisi, monitoring dan evaluasi. Kegiatan Penyeliaan Fasilitatif Puskesmas Buaran Kab. pekalongan ini dilaksanakan di Aula Besar Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan pada (Selasa, 14/03-2023)
Tujuan Kegiatan Penyeliaan Fasilitatif untuk mendorong peningkatan perbaikan kinerja dan mutu pelayanan KIA di fasilitas pelayanan kesehatan. Selain pemeriksaan program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), kegiatan ini juga beintegrasi dengan program Kesehatan Lingkungan dan SAPRAS (Sarana Prasarana). Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, bidan-bidan di Puskesmas lebih termotivasi untuk mengisi kelengkapan administrasi program-program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), menjaga sarana dan prasarana yang ada serta tepat dalam menangani sampah baik medis maupun non medis.
(Sabtu, 11/03/2023) - Giat Survei Darah Jari (SDJ) di Desa Simbang Wetan Kec. Buaran Kab. Pekalongan di kediaman bapak Sukamto. Kegiatan ini dimulai pukul 19.30 s.d selesai dengan mengambil sampel darah deteksi filariasis yang juga didapingi oleh petugas Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan SDJ dilakukan pada malam hari, karena mikro filaria atau cacing filaria hanya mencari makan pada malam hari sehingga memudahkan untuk mengidentifikasi apakah orang tersbut didalam tubuhnya terdapat cacing filaria atau tidak. Kenapa tidak dilakukan pada siang hari, sederhananya cacing nya bersembunyi dalam jaringan sehingga menyulitkan nantinya dalam pemeriksaan dan juga hasilnya tidak efektif. Kegiatan ini merupakan upaya screening terhadap warga terkait penyakit kaki gajah atau filariasis.
Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing nematoda golongan filaria yang hidup di saluran dan kelenjar limfe, ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk melalui gigitan antara lain oleh nyamuk Anopheles, Aedes, Culex, Mansonia dan Armigeres. Filariasis tidak menyebabkan kematian secara langsung tetapi penyebab utama kecacatan,
kemiskinan dan masalah sosial.
Filariasis (Penyakit Kaki Gajah) adalah penyakit menular yang mengenai saluran dan kelenjar limfe disebabkan oleh cacing filariasis dan ditularkan oleh nyamuk.Penyakit ini bersifat kronis dan bila tidak diobati dapat menimbulkan cacat menetap, berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin pada perempuan maupun laki-laki.
Memutuskan mata rantai penularan dengan Pemberian Obat Massal Pencegahan Filariasis (POMP filariasis) di daerah endemis dengan menggunakan Diethyl Carbamazine (DEC) 6 mg/kg berat badan yang dikombinasikan dengan albendazole 400 mg sekali setahun dan dilakukan minimal 5 tahun berturut turut . Setelah 5 tahun menjalani pengobatan masal filariasis maka dilakukan evaluasi microfilariadalam darah melalui survey darah jari (SDJ).
Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan – Menunaikan ibadah haji sebagai rukun islam yang ke lima merupakan impian setiap muslim. Untuk dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, diperlukan kondisi badan yang sehat. Maka, diperlukan persiapan yang matang diantaranya persiapan fisik yang sehat. Untuk mengetahui kesiapan seseorang dalam melaksanakan ibadah haji perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan yang disebut istithaah kesehatan. Istithaah kesehatan jamaah haji memiliki makna kemampuan jamaah haji dari aspek kesehatan yang meliputi fisik dan mental yang terukur dengan pemeriksaan. Sehingga, jamaah bisa menjalankan ibadah haji sesuai dengan syariat agama Islam.
Sebanyak 88 calon jamaah haji Kec. Buaran Kab. Pekalongan pemberangkatan tahun 2023 mengikuti pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan, pada hari Jumat, Sabtu & Senin (10,11&13/03/2023). Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh sejumlah petugas kesehatan yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji Kec. Buaran Kab. Pekalongan.
Dari rangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan, diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatan calon jamaah haji dan untuk menentukan kesiapan calon jamaah haji dalam menunaikan ibadah haji. Sehingga calon jamaah haji dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, aman, nyaman, sehat dan selamat hingga kembali lagi dari Tanah Suci. Semoga menjadi haji mabrur.
[Gambar]
(Kamis, 09/03/2023) Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas, Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya.
Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas bertujuan untuk mewujudkan wilayah kerja Puskesmas yang sehat, dengan masyarakat yang:
a. memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat;
b. mampu menjangkau Pelayanan Kesehatan bermutu;
c. hidup dalam lingkungan sehat;
d. memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan dalam rangka mewujudkan Kecamatan Buaran sehat.
Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan, Puskesmas mengintegrasikan antara lintas program melalui pertemuan Lokakarya Mini Bulanan Puskesmas. Salah satu forum yang bertujuan untuk mengintegrasikan program, maka dibentuk forum khusus untuk melakukan penggerakan pelaksanaan program dan kegiatan dinamakan forum Lokakarya Mini Puskesmas.
[Gambar]
Lokakarya Mini Bulanan Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan bertujuan untuk menilai pencapaian dan hambatan-hambatan yang dijumpai oleh para pelaksana program/kegiatan pada bulan atau periode sebelumnya, sekaligus memantau pelaksanaan rencana kegiatan Puskesmas yang akan datang. Dengan begitu, perencanaan ulang dapat dibuat lebih baik dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Disamping itu, keberhasilan pelaksanaan kegiatan Puskesmas memerlukan keterpaduan lintas program dan sektor.
(Kamis, 09 Maret 2023) bertempat di kediaman kader posyandu balita ibu Nela melaksanakan Kegiatan Kelas Ibu Balita. Kegiatan ini di awali dengan memberikan Edukasi tentang Stunting, Tumbuh Kembang dan Gizi Seimbang untuk balita. Kelas Ibu Balita adalah Kelas Para Ibu yang mempunyai anak berusia antara 0 sampai 5 tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya, dibimbing oleh Petugas Promosi Kesehatan dan Bidan Desa Coprayan.
Tumbuh Kembang Anak Balita adalah Tumbuh adalah bertambahnya ukuran fisik, seperti berat dan tinggi badan. Kembang ialah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh menjadi lebih kompleks, seperti kemampuan bayi bertambah dari berguling menjadi duduk, berdiri, dan berjalan.
[Gambar]
Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu atau MPASI wajib dilakukan setelah Si Kecil berusia di atas 6 bulan. Sebab di usia tersebut, kebutuhan gizi dan nutrisi anak sudah tak dapat tercukupi hanya dari ASI saja. MPASI yang tepat dan baik, merupakan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi terutama zat gizi mikro, sehingga bayi dan anak dapat tumbuh kembang dengan optimal. MPASI yang baik, yakni MPASI padat akan energi seperti protein, lemak, karbohidrat dan zat gizi mikro antara lain fe, zinc, kalsium, vitamin A, vitamin C dan folat yang tidak dapat dipenuhi dengan ASI.
Bagi Keluarga dan Balita kelas ini merupakan sarana untuk mendapatkan teman, bertanya dan memperoleh informasi penting diantaranya informasi tentang ASI Eksklusif, Imunisasi, pemberian MP-ASI dan Gizi seimbang kepada balita, perawatan gigi, mencuci tangan yang benar, penyakit yang sering dialami balita serta pencegahannya dan memantau pertumbuhan balita. Bagi petugas kesehatan kelas Ibu Balita merupakan media untuk mengetahui kesehatan balita Ibu Balita, anak dan keluarganya serta menjalin hubungan yang lebih erat antar ibu balita.
Buaran (Rabu, 08/03/2023) Invetigasi Kontak (IK) adalah kegiatan untuk meningkatkan penemuan Kasus TBC dengan cara mendeteksi secara dini dan sistematis terhadap orang yang kontak dengan sumber infeksi TBC. Sasaran Invetigasi Kontak (IK) yaitu seluruh kontak dari semua pasien TBC baru/kambuh baik TBC Sensitif obat maupun TBC Resisten Obat dan TBC Anak di lingkungan rumah tangga.
Kegiatan investigasi kontak ini merupakan rangkaian kegiatan "TB day" yang akan jatuh pada tanggal 24/03/2023 mendatang. Kegiatan investigasi kontak ini dilaksanakan di Desa Kertijayan dan Kelurahan Bligo Kecamatan Buaran Kab. Pekalongan pada hari Rabu, Tanggal 08 Maret 2023, dan dilaksanakan oleh Petugas Kesehatan dibantu juga oleh kader.
Tujuan Invetigasi Kontak (IK) yaitu menemukan kasus TBC secara dini dengan melakukan skrining gejala dan faktor resiko TBC terhadap seluruh kontak dari pasien TBC, menemukan TBC laten pada anak dibawah 5 tahun, mencegah penularan pada kontak yang sehat, memberikan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat, dan memutus mata rantai penularan TBC pada masyarakat.
Ayo Bersama Akhiri TBC dengan "TOSS TBC" (Temukan TBC Obati Sampai Sembuh).
[Gambar]
Sabtu, 20 Mei 2023
[Gambar]
Rabu, 5 April 2023
Selasa, 28 Maret 2023
Senin, 27 Maret 2023
Senin, 27 Maret 2023
Lokakarya Mini Bulanan dilaksanakan pada setiap awal bulan. Keterpaduan lintas program adalah keterpaduan internal Puskesmas yang bertujuan agar seluruh petugas punya rasa memiliki dan motivasi tinggi dalam melaksanakan seluruh kegiatan Puskesmas secara terintegrasi. Seluruh komponen Puskesmas harus memiliki kesadaran bahwa Puskesmas merupakan satu sistem dan mereka adalah subsistem pembentuknya. Pengorganisasian internal sekaligus pemantauan kegiatan Puskesmas dilaksanakan melalui Lokakarya Mini Bulanan Puskesmas yang menghasilkan perencanaan ulang.
Sabtu, 25 Maret 2023
Sabtu, 25 Maret 2023
Sabtu, 25 Maret 2023