Admin
Senin, 27 Maret 2023
(Sabtu, 11/03/2023) - Giat Survei Darah Jari (SDJ) di Desa Simbang Wetan Kec. Buaran Kab. Pekalongan di kediaman bapak Sukamto. Kegiatan ini dimulai pukul 19.30 s.d selesai dengan mengambil sampel darah deteksi filariasis yang juga didapingi oleh petugas Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan SDJ dilakukan pada malam hari, karena mikro filaria atau cacing filaria hanya mencari makan pada malam hari sehingga memudahkan untuk mengidentifikasi apakah orang tersbut didalam tubuhnya terdapat cacing filaria atau tidak. Kenapa tidak dilakukan pada siang hari, sederhananya cacing nya bersembunyi dalam jaringan sehingga menyulitkan nantinya dalam pemeriksaan dan juga hasilnya tidak efektif. Kegiatan ini merupakan upaya screening terhadap warga terkait penyakit kaki gajah atau filariasis.
Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing nematoda golongan filaria yang hidup di saluran dan kelenjar limfe, ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk melalui gigitan antara lain oleh nyamuk Anopheles, Aedes, Culex, Mansonia dan Armigeres. Filariasis tidak menyebabkan kematian secara langsung tetapi penyebab utama kecacatan,
kemiskinan dan masalah sosial.
Filariasis (Penyakit Kaki Gajah) adalah penyakit menular yang mengenai saluran dan kelenjar limfe disebabkan oleh cacing filariasis dan ditularkan oleh nyamuk.Penyakit ini bersifat kronis dan bila tidak diobati dapat menimbulkan cacat menetap, berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin pada perempuan maupun laki-laki.
Memutuskan mata rantai penularan dengan Pemberian Obat Massal Pencegahan Filariasis (POMP filariasis) di daerah endemis dengan menggunakan Diethyl Carbamazine (DEC) 6 mg/kg berat badan yang dikombinasikan dengan albendazole 400 mg sekali setahun dan dilakukan minimal 5 tahun berturut turut . Setelah 5 tahun menjalani pengobatan masal filariasis maka dilakukan evaluasi microfilariadalam darah melalui survey darah jari (SDJ).