Kita harus bersyukur bahwa hasil pembangunan kesehatan yang telah kita lakukan bersama-sama mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Namun kesehatan perempuan dan anak belum seperti yang diharapkan. Hal ini terlihat dari angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih cukup tinggi. Kegiatan Penyeliaan fasilitatif Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan dan dihadiri juga oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
Berbagai faktor yang terkait dengan resiko terjadinya kematian ibu dan bayi telah diketahui dan berbagai upaya intervensi telah dilakukan. Salah satunya adalah menjamin agar pelayanan sesuai standar dengan melaksanakan program Penyeliaan Fasilitatif KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang merupakan suatu pendekatan berbasis kendali manajemen yaitu pada aspek supervisi, monitoring dan evaluasi. Kegiatan Penyeliaan Fasilitatif Puskesmas Buaran Kab. pekalongan ini dilaksanakan di Aula Besar Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan pada (Selasa, 14/03-2023)
Tujuan Kegiatan Penyeliaan Fasilitatif untuk mendorong peningkatan perbaikan kinerja dan mutu pelayanan KIA di fasilitas pelayanan kesehatan. Selain pemeriksaan program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), kegiatan ini juga beintegrasi dengan program Kesehatan Lingkungan dan SAPRAS (Sarana Prasarana). Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, bidan-bidan di Puskesmas lebih termotivasi untuk mengisi kelengkapan administrasi program-program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), menjaga sarana dan prasarana yang ada serta tepat dalam menangani sampah baik medis maupun non medis.
Selasa, 28 Maret 2023
(Sabtu, 11/03/2023) - Giat Survei Darah Jari (SDJ) di Desa Simbang Wetan Kec. Buaran Kab. Pekalongan di kediaman bapak Sukamto. Kegiatan ini dimulai pukul 19.30 s.d selesai dengan mengambil sampel darah deteksi filariasis yang juga didapingi oleh petugas Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan SDJ dilakukan pada malam hari, karena mikro filaria atau cacing filaria hanya mencari makan pada malam hari sehingga memudahkan untuk mengidentifikasi apakah orang tersbut didalam tubuhnya terdapat cacing filaria atau tidak. Kenapa tidak dilakukan pada siang hari, sederhananya cacing nya bersembunyi dalam jaringan sehingga menyulitkan nantinya dalam pemeriksaan dan juga hasilnya tidak efektif. Kegiatan ini merupakan upaya screening terhadap warga terkait penyakit kaki gajah atau filariasis.
Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing nematoda golongan filaria yang hidup di saluran dan kelenjar limfe, ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk melalui gigitan antara lain oleh nyamuk Anopheles, Aedes, Culex, Mansonia dan Armigeres. Filariasis tidak menyebabkan kematian secara langsung tetapi penyebab utama kecacatan,
kemiskinan dan masalah sosial.
Filariasis (Penyakit Kaki Gajah) adalah penyakit menular yang mengenai saluran dan kelenjar limfe disebabkan oleh cacing filariasis dan ditularkan oleh nyamuk.Penyakit ini bersifat kronis dan bila tidak diobati dapat menimbulkan cacat menetap, berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin pada perempuan maupun laki-laki.
Memutuskan mata rantai penularan dengan Pemberian Obat Massal Pencegahan Filariasis (POMP filariasis) di daerah endemis dengan menggunakan Diethyl Carbamazine (DEC) 6 mg/kg berat badan yang dikombinasikan dengan albendazole 400 mg sekali setahun dan dilakukan minimal 5 tahun berturut turut . Setelah 5 tahun menjalani pengobatan masal filariasis maka dilakukan evaluasi microfilariadalam darah melalui survey darah jari (SDJ).
Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan – Menunaikan ibadah haji sebagai rukun islam yang ke lima merupakan impian setiap muslim. Untuk dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, diperlukan kondisi badan yang sehat. Maka, diperlukan persiapan yang matang diantaranya persiapan fisik yang sehat. Untuk mengetahui kesiapan seseorang dalam melaksanakan ibadah haji perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan yang disebut istithaah kesehatan. Istithaah kesehatan jamaah haji memiliki makna kemampuan jamaah haji dari aspek kesehatan yang meliputi fisik dan mental yang terukur dengan pemeriksaan. Sehingga, jamaah bisa menjalankan ibadah haji sesuai dengan syariat agama Islam.
Sebanyak 88 calon jamaah haji Kec. Buaran Kab. Pekalongan pemberangkatan tahun 2023 mengikuti pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan, pada hari Jumat, Sabtu & Senin (10,11&13/03/2023). Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh sejumlah petugas kesehatan yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji Kec. Buaran Kab. Pekalongan.
Dari rangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan, diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatan calon jamaah haji dan untuk menentukan kesiapan calon jamaah haji dalam menunaikan ibadah haji. Sehingga calon jamaah haji dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, aman, nyaman, sehat dan selamat hingga kembali lagi dari Tanah Suci. Semoga menjadi haji mabrur.
[Gambar]
(Kamis, 09/03/2023) Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas, Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya.
Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas bertujuan untuk mewujudkan wilayah kerja Puskesmas yang sehat, dengan masyarakat yang:
a. memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat;
b. mampu menjangkau Pelayanan Kesehatan bermutu;
c. hidup dalam lingkungan sehat;
d. memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan dalam rangka mewujudkan Kecamatan Buaran sehat.
Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan, Puskesmas mengintegrasikan antara lintas program melalui pertemuan Lokakarya Mini Bulanan Puskesmas. Salah satu forum yang bertujuan untuk mengintegrasikan program, maka dibentuk forum khusus untuk melakukan penggerakan pelaksanaan program dan kegiatan dinamakan forum Lokakarya Mini Puskesmas.
[Gambar]
Lokakarya Mini Bulanan Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan bertujuan untuk menilai pencapaian dan hambatan-hambatan yang dijumpai oleh para pelaksana program/kegiatan pada bulan atau periode sebelumnya, sekaligus memantau pelaksanaan rencana kegiatan Puskesmas yang akan datang. Dengan begitu, perencanaan ulang dapat dibuat lebih baik dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Disamping itu, keberhasilan pelaksanaan kegiatan Puskesmas memerlukan keterpaduan lintas program dan sektor.
(Kamis, 09 Maret 2023) bertempat di kediaman kader posyandu balita ibu Nela melaksanakan Kegiatan Kelas Ibu Balita. Kegiatan ini di awali dengan memberikan Edukasi tentang Stunting, Tumbuh Kembang dan Gizi Seimbang untuk balita. Kelas Ibu Balita adalah Kelas Para Ibu yang mempunyai anak berusia antara 0 sampai 5 tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya, dibimbing oleh Petugas Promosi Kesehatan dan Bidan Desa Coprayan.
Tumbuh Kembang Anak Balita adalah Tumbuh adalah bertambahnya ukuran fisik, seperti berat dan tinggi badan. Kembang ialah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh menjadi lebih kompleks, seperti kemampuan bayi bertambah dari berguling menjadi duduk, berdiri, dan berjalan.
[Gambar]
Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu atau MPASI wajib dilakukan setelah Si Kecil berusia di atas 6 bulan. Sebab di usia tersebut, kebutuhan gizi dan nutrisi anak sudah tak dapat tercukupi hanya dari ASI saja. MPASI yang tepat dan baik, merupakan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi terutama zat gizi mikro, sehingga bayi dan anak dapat tumbuh kembang dengan optimal. MPASI yang baik, yakni MPASI padat akan energi seperti protein, lemak, karbohidrat dan zat gizi mikro antara lain fe, zinc, kalsium, vitamin A, vitamin C dan folat yang tidak dapat dipenuhi dengan ASI.
Bagi Keluarga dan Balita kelas ini merupakan sarana untuk mendapatkan teman, bertanya dan memperoleh informasi penting diantaranya informasi tentang ASI Eksklusif, Imunisasi, pemberian MP-ASI dan Gizi seimbang kepada balita, perawatan gigi, mencuci tangan yang benar, penyakit yang sering dialami balita serta pencegahannya dan memantau pertumbuhan balita. Bagi petugas kesehatan kelas Ibu Balita merupakan media untuk mengetahui kesehatan balita Ibu Balita, anak dan keluarganya serta menjalin hubungan yang lebih erat antar ibu balita.
Buaran (Rabu, 08/03/2023) Invetigasi Kontak (IK) adalah kegiatan untuk meningkatkan penemuan Kasus TBC dengan cara mendeteksi secara dini dan sistematis terhadap orang yang kontak dengan sumber infeksi TBC. Sasaran Invetigasi Kontak (IK) yaitu seluruh kontak dari semua pasien TBC baru/kambuh baik TBC Sensitif obat maupun TBC Resisten Obat dan TBC Anak di lingkungan rumah tangga.
Kegiatan investigasi kontak ini merupakan rangkaian kegiatan "TB day" yang akan jatuh pada tanggal 24/03/2023 mendatang. Kegiatan investigasi kontak ini dilaksanakan di Desa Kertijayan dan Kelurahan Bligo Kecamatan Buaran Kab. Pekalongan pada hari Rabu, Tanggal 08 Maret 2023, dan dilaksanakan oleh Petugas Kesehatan dibantu juga oleh kader.
Tujuan Invetigasi Kontak (IK) yaitu menemukan kasus TBC secara dini dengan melakukan skrining gejala dan faktor resiko TBC terhadap seluruh kontak dari pasien TBC, menemukan TBC laten pada anak dibawah 5 tahun, mencegah penularan pada kontak yang sehat, memberikan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat, dan memutus mata rantai penularan TBC pada masyarakat.
Ayo Bersama Akhiri TBC dengan "TOSS TBC" (Temukan TBC Obati Sampai Sembuh).
Cacingan dapat merusak gizi anak yang terinfeksi sehingga menyebabkan anemia bahkan kematian. Anak yang cacingan akan mengakibatkan pertumbuhan fisik terganggu bahkan stunting, merusak perkembangan kognitif (kemampuan belajar) anak. Dalam rangka menurunkan prevalensi cacingan di Indonesia khususnya di Kec. Buaran Kab. Pekalongan maka dilaksanakan pemberian obat pencegahan masal (POPM) cacingan yang dilakukan secara serentak di bulan Maret tahun 2023. POPM cacingan adalah pemberian obat yang dilakukan untuk mematikan cacing secara serentak kepada semua penduduk sasaran di wilayah kerja Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan cacingan. Kegiatan ini mulai dilaksanakan oleh Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan sejak tanggal 2-18 Maret 2023
Pencanangan POPM cacingan di wilayah kerja Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan dilaksanakan di SD/MI mulai dari kelas 1 sampai 6 , SMP/MTs mulai dari kelas VII sampai IX, TK dan Paud ,serta posyandu untuk anak umur 1-5 tahun . Sasaran POPM cacingan adalah anak usia 1 – 12 tahun, dengan ketentuan usia :
a. 1 – 2 tahun : Albendazole 200 mg dosis tunggal
b. sedangkan anak usia >2 tahun : Albendazole 400 mg dosis tunggal. Albendazole tidak hanya membunuh cacing dewasa namun juga menghancurkan telur dan larva cacing. Jenis cacing perut antara lain: cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura), dan cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale).
[Gambar] [Gambar] [Gambar]
Program Kemitraan Percepatan Vaksinasi COVID-19 Inklusif Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan. Pada Kegiatan kali ini kali bekerja sama dengan @pacipnuippnubuaran pada acara Festival Budaya dalam rangka memperingati Harlah IPNU 69 dan IPPNU 68 Kec. Buaran Kab. Pekalongan menargetkan Lansia dan kelompok masyarakat yang berada di Kec. Buaran Kab. Pekalongan.
Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan oleh Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan sudah berjalan kurang lebih selama 2 tahun, akan tetapi cakupan target vaksinasi dosis lengkap di beberapa wilayah masih tergolong rendah terutama lansia dan masyarakat umum.
Kegiatan Vaksinasi COVID-19 Inklusif ini berlokasi di SMP N 1 Buaran, dilaksanakan pada (Minggu, 05/03/2023) bekerjasama dengan P@pacipnuippnubuaran.
Untuk mengoptimalkan cakupan vaksinasi COVID-19 terutama untuk Lansia dan kelompok masyarakat umum di Kec. Buaran, Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan bekerjasama dengan mitra yang terdiri dari organisasi masyarakat sipil, dan komunitas berbasis masyarakat dalam melakukan kegiatan sosialisasi edukasi pentingnya vaksinasi COVID-19 dan pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Inklusif. Dan untuk memaksimalkan capaian target penerima vaksin, seminggu sebelum pelaksanaan vaksinasi terlebih dahulu kami menginformasikan kepada masyarakat melalui sosial media tentang jadwal vaksinasi yang akan dilaksanakan.
Kamis, 02/03/2023..
Kegiatan Eradikasi Frambusia, POPM Kecacingan dan TAS (Transmission Assessement Survey) Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan bersama dengan Dinas Kesehatan dan BBTKL di MIM Pakumbulan dan MIS Wonoyoso.
1. Eradikasi Frambusia
Kegiatan ini merupakan upaya pembasmian berkelanjutan untuk menghilangkan frambusia secara permanen sehingga tidak menjadi masalah kesehatan secara nasional. Frambusia terjadi akibat infeksi bakteri Treponema pallidum pertenue. Bakteri penyebab frambusia dapat masuk ke dalam tubuh seseorang melalui luka terbuka atau goresan di kulit. Cara penularannya adalah melalui kontak langsung dengan ruam kulit pada penderita frambusia. Tahap awal penyakit frambusia dapat terjadi antara 2-4 minggu setelah terinfeksi. Namun, gejala awal penyakit ini juga dapat berlangsung hingga 90 hari setelah terinfeksi. Gejala frambusia dalam tahap awal dapat berupa munculnya sebuah benjolan lesi seperti kutil pada bagian kulit yang terinfeksi bakteri.
2. POPM Kecacingan
Pemberian Obat Pencegahan secara Massal Cacingan yang selanjutnya disebut POPM Cacingan adalah pemberian obat yang dilakukan untuk mematikan cacing secara serentak kepada semua penduduk sasaran di wilayah berisiko cacingan sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan cacingan.
3. TAS (Transmission Assessement Survey)
Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur apakah Kabupaten/Kota dapat mempertahankan prevalensi infeksi di tingkatan yang aman di mana penularan baru tidak mungkin terjadi, meskipun Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis telah dihentikan.
Senin, 27 Maret 2023
Senin, 27 Maret 2023
Lokakarya Mini Bulanan dilaksanakan pada setiap awal bulan. Keterpaduan lintas program adalah keterpaduan internal Puskesmas yang bertujuan agar seluruh petugas punya rasa memiliki dan motivasi tinggi dalam melaksanakan seluruh kegiatan Puskesmas secara terintegrasi. Seluruh komponen Puskesmas harus memiliki kesadaran bahwa Puskesmas merupakan satu sistem dan mereka adalah subsistem pembentuknya. Pengorganisasian internal sekaligus pemantauan kegiatan Puskesmas dilaksanakan melalui Lokakarya Mini Bulanan Puskesmas yang menghasilkan perencanaan ulang.
Sabtu, 25 Maret 2023
Sabtu, 25 Maret 2023
Sabtu, 25 Maret 2023
POPM Kecacingan PAUD POPM Kecacingan SMP/MTs POPM Kecacingan SD/MI
[Gambar] [Gambar]
POPM Kecacingan TK POPM Kecacingan Posyandu
Jumat, 24 Maret 2023
Jumat, 24 Maret 2023
Sabtu, 18 Maret 2023