Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan, (Senin / 18-07-2022) Kegiatan Penyuluhan dan Edukasi Stunting.
Stunting adalah suatu keadaan dimana anak mengalami kegagalan pertumbuhan akibat dari kurangnya asupan gizi yang berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak, memperlambat perkembangan otak bahkan dapat menurunkan produktivitas anak saat ia dewasa dan menjadikan anak lebih rentan terkena penyakit kronis di masa dewasanya. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Indonesia telah menjadikan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu dari dari program prioritas nasional.
Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan juga turut berupaya untuk menangangani permasalahan stunting yang terjadi diwilayah kerja puskesmas Buaran Kab. Pekalongan yakni terdiri dari 10 desa di kecamatan Buaran Kab. Pekalongan, salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan cara datang ke posyandu untuk mengukur tinggi dan berat badan, dan memeberikan penyuluhan kepada orang tua bayi dan balita serta memberikan pelatihan kepada kader posyandu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan.
Penanganan masalah stunting saat ini menjadi salah satu fokus. Untuk itu, Puskesmas dilingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan khususnya Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan terus melakukan berbagai gerakan edukasi kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan tentang edukasi mengenai gizi seimbang dan pencegahan stunting.
Oleh karena itu, “para petugas Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan terus berupaya melakukan pencegahannya. Khususnya di saat bayi sejak dalam kandungan dengan menerapkan 6 langkah pencegahannya.”
Keenam tata-cara Cegah Stunting Oleh Ibu Hamil, yaitu:
(1) Memeriksakan kandungan secara rutin;
(2) Penuhi asupan Nutrisi;
(3) Mencukupi konsumsi Zat Besi;
(4) Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS);
(5) Hindari paparan asap rokok;
(6) Lakukan olah-raga secara teratur agar imun tetap terjaga.
Diharapkan para orangtua yang merasakan adanya gejala Stunting pada anaknya dianjurkan segera mencari dokter atau petugas kesehatan supaya bisa segera mendapatkan penanganannya.
Jumat, 22 Juli 2022
Kegiatan Pelatihan dan Konseling PMBA (Pemberian Makan Balita dan Anak) di Balai Desa Coprayan Hari Kamis Tanggal 14 Juli 2022.
World Health Organization (WHO) dalam Resolusi World Health Assembly (WHA) tahun 2002 tentang Global Strategy of Infant and Young Child Feeding (IYCF) melaporkan bahwa 60% kematian balita disebabkan karena kurang gizi dan 2/3 dari kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak, Strategi Nasional peningkatan pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merekomendasikan pemberian makan yang baik dan tepat bagi bayi dan anak 0-24 bulan dengan cara :
(1) inisiasi menyusu dini (IMD);
(2) ASI eksklusif selama enam bulan;
(3) memberikan MP-ASI mulai usia 6 bulan;
(4) meneruskan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih.
Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2012, pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan sebesar 63,4 %, sedangkan dari Survei Demografi Kependudukan Indonesia (SDKI) tahun 2012 pemberian ASI sebesar 42 %. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan 19,6 % balita di Indonesia menderita gizi kurang dan 37,2 % BALITA termasuk dalam kategori pendek, tidak sesuai usia (stunting).
Setiap keluarga yang mempunyai bayi dan anak usia 6-24 bulan sebaiknya memiliki pengetahuan mengenai Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sehingga dapat memberikan yang terbaik untuk bayi dan anaknya sesuai dengan rekomendasi. Hal ini tentu saja memerlukan pendampingan yang dapat diberikan oleh orang-orang terdekat yang memiliki pengetahuan tentang ini, salah satunya adalah kader posyandu. Untuk memperluas jangkauan konseling PMBA ke ibu perlu dilakukan pelatihan kader dimana pelatihan ini perlu dilakukan secara berjenjang yang dapat dimulai dengan melatih pelatih konseling PMBA kader tingkat provinsi/kabupaten dilanjutkan dengan melatih pelatih konseling PMBA kader tingkat puskesmas sehingga diharapkan nantinya dapat melatih bidan desa dan kader posyandu di daerahnya masing-masing.
Pekan Senam Serentak dan Edukasi Prolanis Puskesmas Buaran Tanggal 12 Juli 2022 dalam rangka HUT BPJS Kesehatan Ke-54 di halaman Puskesmas Buaran, diikuti oleh peserta Prolanis Diabetes Melitus dan Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Buaran.
Adapun kegiatan Pekan Semangat kali ini, adalah sebagai berikut :
1. Senam Prolanis
2. Edukasi Kesehatan
3. Pemeriksaan Penunjang
Kegiatan Prolanis ini merupakan program pengelolaan penyakit kronis kepada masyarakat untuk proaktif dan memberdayakan masyarakat agar mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan efektif dan efisien.
#BPJS
#PROLANIS
Rabu, 22 Juni 2022
Pelatihan ini dilaksanakan sesuai panduan penyelenggaraan Pelatihan Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dengan menggunakan modul yang baku yaitu modul pelatihan konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Gizi Jenderal Bina Gizi dan KIA tahun 2014. Pelatihan melibatkan kader posyandu balita, ibu balita dan Fasilitator PMBA dari Puskesmas Buaran Kab. Pekalongan. Pada pelatihan PMBA ini para ibu balita ditekankan untuk selalu mengutamakan 3 komponen sebagai bahan utama pembuatan makanan pendaping asi yaitu terdiri dari protein, lemak dan karbohidrat. Sedangkan buah dan sayur bersifat tambahan.
Jumat, 22 Juli 2022